Aku lah orang yang terabaikan

semasa kecil ku,
aku bersama keluarga ku kami tingal satu gubuk,
lantai beralaskan bumi,
atap beralaskan dedaunan,
dn dinding terbuat dari ranting2 kayu yang di ikat,
ukuran rumah sangat kecil,
waktu datang hujan yang sangat deras dn kuatnya hebusan angin,
rumah kami terombang ambing d tiup kuatnya angi,
sunguh menyedihkan hidup ku ini,
aku hanya brpikir”sampai kapan kah semua ini kan berakhir,
aku hanya bisa brdoa kepadaNYA,

tak ada kah belakasihan org lain,
ini kah yang harus aku rasakan,

sebagaian orang yg di luar sana yang selalu berpoya2,
menghambur2kan uangnya,
tak ada sedikit pun mereka yang memperdulikan nasib kami,
apa kah ini kehidupan yang kami rasakan,
mudah2n orang yang bergelimbang harta yang di luar sana,
di ketuk pintu hatinya,dan mau bebagi terhadap yang susah(mebutuhkanya),

harta hanya lah titipanya.

Tak selamanya kita kan berada di atas,

berpikir lah sewaktu di bawah (susah),.

Wasalaam.

“Dirga arga”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s